




{"id":350952,"date":"2025-02-01T04:55:25","date_gmt":"2025-02-01T04:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/richs.co.id\/?p=350952"},"modified":"2026-10-02T03:23:59","modified_gmt":"2026-10-02T03:23:59","slug":"peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/richs.co.id\/en\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terakhir, <\/span><b>bisnis coffee shop<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia terus berkembang. Coffee shop tidak lagi hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi tempat bekerja, bertemu, bersosialisasi, hingga menghabiskan waktu luang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang ingin memulai bisnis di bidang food and beverage (F&amp;B), coffee shop dapat menjadi salah satu pilihan usaha. Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari konsep, target pasar, modal, lokasi, menu, bahan baku, hingga operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, modal bisnis coffee shop dapat dimulai dari puluhan juta rupiah untuk konsep sederhana seperti kedai rumahan atau booth, sementara coffee shop dengan tempat komersial dan fasilitas lebih lengkap dapat membutuhkan modal ratusan juta rupiah. Besarnya modal sangat bergantung pada lokasi, luas tempat, konsep, peralatan, jumlah karyawan, dan skala operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum membuka coffee shop? Berikut lima hal penting yang perlu Anda ketahui.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengenal Bisnis Coffee Shop<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop adalah bisnis yang menjual kopi dan berbagai minuman berbasis kopi, biasanya dilengkapi dengan minuman non-kopi, makanan ringan, atau makanan pendamping.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, coffee shop modern tidak hanya menjual produk. Pengalaman pelanggan juga menjadi bagian penting dari bisnis, mulai dari kualitas minuman, suasana tempat, pelayanan, kemudahan akses, hingga pilihan menu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, menjalankan bisnis coffee shop membutuhkan perpaduan antara produk yang konsisten, konsep yang jelas, operasional yang efisien, dan pengalaman pelanggan yang sesuai dengan target pasar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa Bisnis Coffee Shop Menarik untuk Dicoba?<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-350954 lazyload\" data-src=\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer.jpg\" alt=\"latte art richs ice hot creamer\" width=\"1200\" height=\"628\" data-srcset=\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer.jpg 1200w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-640x335.jpg 640w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-768x402.jpg 768w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-18x9.jpg 18w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-480x251.jpg 480w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/latte-art-richs-ice-hot-creamer-600x314.jpg 600w\" data-sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1200px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1200\/628;\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa alasan yang membuat bisnis coffee shop tetap menarik bagi pelaku usaha F&amp;B.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Kopi Memiliki Beragam Segmen Konsumen<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk kopi dapat dikembangkan untuk berbagai segmen, mulai dari kopi susu, espresso-based drinks, manual brew, hingga minuman berbasis kopi dengan berbagai rasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop juga dapat menyediakan pilihan non-kopi seperti teh, cokelat, atau minuman berbasis susu sehingga tidak hanya bergantung pada satu kategori produk.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Coffee Shop Memiliki Banyak Pilihan Konsep<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop tidak harus selalu berbentuk kafe besar. Anda dapat memulai dari beberapa model bisnis, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop dengan area dine-in.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee counter atau kios.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep grab-and-go.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop rumahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Slow bar atau specialty coffee.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coffee shop dengan kombinasi makanan dan minuman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan konsep akan memengaruhi kebutuhan modal, lokasi, peralatan, jumlah karyawan, dan strategi pemasaran.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menu Dapat Dikembangkan Sesuai Target Pasar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keunggulan bisnis coffee shop adalah fleksibilitas dalam mengembangkan menu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kopi, pemilik usaha dapat menambahkan kategori seperti teh, cokelat, minuman berbasis susu, dessert, pastry, cake, atau makanan ringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diversifikasi menu dapat membantu coffee shop menjangkau konsumen dengan preferensi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h1><b>5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop<\/b><\/h1>\n<h2><b>1. Tentukan Konsep Bisnis dan Target Pasar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep merupakan salah satu keputusan awal yang akan memengaruhi hampir seluruh bagian bisnis coffee shop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menentukan desain tempat atau membeli peralatan, tentukan terlebih dahulu siapa target konsumennya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa membutuhkan harga yang terjangkau dan tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja kantoran mungkin lebih membutuhkan lokasi yang mudah diakses dan layanan yang cepat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen specialty coffee dapat lebih memperhatikan kualitas biji kopi dan metode penyeduhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen keluarga dapat lebih tertarik pada pilihan makanan dan minuman yang beragam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah target pasar ditentukan, konsep coffee shop dapat disesuaikan dengan <\/span><b>harga, menu, desain interior, pelayanan, fasilitas, dan lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Pilih Lokasi yang Sesuai dengan Target Konsumen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi tidak selalu harus berada di area yang paling ramai. Yang lebih penting adalah apakah karakteristik lokasi tersebut sesuai dengan target pasar dan model bisnis yang dipilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih lokasi antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah dan karakteristik orang yang melewati area tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedekatan dengan kampus, perkantoran, perumahan, atau pusat aktivitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akses kendaraan dan transportasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketersediaan area parkir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Visibilitas lokasi dari jalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kompetitor di sekitar lokasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga sewa dibandingkan dengan potensi penjualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesesuaian lokasi dengan konsep dine-in atau grab-and-go.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riset lokasi juga sebaiknya dilakukan pada beberapa waktu berbeda, misalnya pagi, siang, sore, dan malam. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai pola aktivitas calon pelanggan.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Hitung Modal, Biaya Operasional, dan Dana Cadangan<\/b><\/h2>\n<h3><b>Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka coffee shop?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua bisnis coffee shop. <\/span><b>Modal dapat berkisar dari puluhan juta rupiah untuk konsep sederhana hingga ratusan juta rupiah untuk coffee shop dengan lokasi dan fasilitas komersial.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gambaran, coffee shop sederhana dapat mengurangi kebutuhan modal dengan menggunakan tempat sendiri, konsep grab-and-go, atau peralatan yang disesuaikan dengan kapasitas penjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, coffee shop yang menyewa tempat komersial perlu memperhitungkan biaya sewa, renovasi, peralatan, bahan baku, karyawan, dan modal kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk coffee shop skala kecil hingga menengah di area komersial Jabodetabek, contoh komponen modal awal dapat meliputi:<\/span><\/p>\n<table style=\"height: 404px;\" width=\"576\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Komponen<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Estimasi<\/b><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sewa tempat<\/span><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rp50\u2013150 juta\/tahun<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Renovasi dan interior<\/span><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rp50\u2013150 juta<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Peralatan dan perlengkapan<\/span><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rp50\u2013100 juta<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Stok bahan baku awal<\/span><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rp10\u201330 juta<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Gaji dan operasional awal<\/span><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rp20\u201350 juta<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Total indikatif<\/b><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>\u00b1Rp180\u2013480 juta<\/b><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan biaya baku. Kebutuhan aktual dapat lebih rendah atau lebih tinggi tergantung lokasi, ukuran tempat, konsep, kualitas peralatan, dan jumlah karyawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain investasi awal, jangan lupa menyiapkan <\/span><b>modal kerja dan dana cadangan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dana ini dapat digunakan untuk membayar biaya operasional ketika penjualan belum mencapai target, membeli kembali bahan baku, atau menangani kebutuhan tidak terduga.<\/span><\/p>\n<h3><b>Apakah bisnis coffee shop bisa dimulai dengan modal lebih kecil?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa. Salah satu cara menekan kebutuhan modal adalah memulai dari skala yang lebih kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, Anda dapat menggunakan rumah atau tempat sendiri, membuka coffee counter, menggunakan konsep grab-and-go, atau membatasi jumlah menu pada tahap awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan model tersebut, biaya seperti sewa, renovasi, furnitur, dan jumlah tenaga kerja dapat ditekan.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Susun Menu dan Pilih Bahan Baku yang Konsisten<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menu merupakan salah satu bagian penting dalam bisnis coffee shop karena secara langsung berkaitan dengan produk yang dibeli pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan hanya mempertimbangkan apakah sebuah menu terlihat menarik. Pertimbangkan juga:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga bahan baku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga jual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu pembuatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsistensi rasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketersediaan bahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpanan bahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi food waste.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesesuaian dengan target konsumen.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Apa saja bahan baku yang dibutuhkan coffee shop?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan bahan baku tentu berbeda berdasarkan konsep dan menu. Secara umum, coffee shop dapat membutuhkan:<\/span><\/p>\n<p><b>Bahan minuman:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biji kopi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Susu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gula dan pemanis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sirup atau flavoring.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cokelat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Krimer.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan topping.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Bahan makanan dan dessert:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dairy products.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Whipping cream atau topping.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cheese atau cheese filling.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan bakery.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Filling dan spread.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan dekorasi makanan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan supplier sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Perhatikan juga <\/span><b>konsistensi kualitas, ketersediaan produk, kemudahan pemesanan, masa simpan, serta dukungan supplier terhadap kebutuhan bisnis.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk coffee shop yang memiliki menu dessert, pastry, atau minuman berbasis dairy, penggunaan bahan baku yang konsisten dapat membantu menjaga standar rasa dan tekstur dari satu penyajian ke penyajian berikutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Siapkan SOP, Operasional, dan Strategi Pemasaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah konsep, lokasi, modal, dan menu ditentukan, tahap berikutnya adalah memastikan operasional berjalan secara konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SOP dapat mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembukaan dan penutupan toko.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persiapan bahan baku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Standar pembuatan minuman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpanan bahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebersihan area kerja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan stok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencatatan penjualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan komplain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SOP penting karena kualitas coffee shop tidak boleh hanya bergantung pada satu barista atau pemilik usaha.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bagaimana cara memasarkan bisnis coffee shop?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi pemasaran dapat disesuaikan dengan target konsumen dan lokasi. Beberapa kanal yang dapat digunakan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram dan TikTok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Google Business Profile.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Platform pesan-antar makanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program loyalitas pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Promo pembukaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolaborasi dengan komunitas lokal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konten yang menampilkan menu dan suasana coffee shop.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mendapatkan pelanggan baru, fokus pada <\/span><b>repeat order<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> juga penting. Produk yang konsisten, pelayanan yang baik, dan pengalaman pelanggan yang nyaman dapat membantu mendorong pelanggan untuk kembali.<\/span><\/p>\n<h1><b>Tantangan Menjalankan Bisnis Coffee Shop di Indonesia<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun memiliki peluang pasar, bisnis coffee shop juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan sejak awal.<\/span><\/p>\n<h3><b>Persaingan yang Ketat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya pilihan coffee shop membuat bisnis baru perlu memiliki positioning yang jelas. Diferensiasi dapat berasal dari produk, harga, konsep, lokasi, pelayanan, maupun pengalaman pelanggan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya Operasional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewa tempat, gaji, listrik, air, internet, bahan baku, pemasaran, dan biaya pemeliharaan dapat menjadi beban rutin yang perlu diperhitungkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Konsistensi Produk<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas minuman dan makanan harus tetap konsisten meskipun dibuat oleh karyawan atau pada waktu operasional yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h3><b>Fluktuasi Harga Bahan Baku<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi food cost dan margin. Karena itu, pemilik coffee shop perlu melakukan evaluasi harga dan penggunaan bahan secara berkala.<\/span><\/p>\n<h3><b>Pengelolaan Stok<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko waste, sedangkan stok yang terlalu sedikit dapat mengganggu operasional dan menyebabkan menu tidak tersedia.<\/span><\/p>\n<h1><b>Bagaimana Mengukur Apakah Bisnis Coffee Shop Mulai Sehat?<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan hanya melihat jumlah pengunjung. Beberapa indikator yang dapat dipantau antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah transaksi per hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Average order value.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Food cost dan beverage cost.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya operasional bulanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Margin per menu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persentase repeat customer.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menu yang paling banyak dan paling sedikit terjual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah bahan baku yang terbuang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus kas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break-even point (BEP).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Berapa lama bisnis coffee shop bisa balik modal?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Periode balik modal atau <\/span><b>payback period<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis usahanya. Waktu yang dibutuhkan bergantung pada modal awal, omzet, margin, biaya tetap, dan jumlah penjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, estimasi seperti 8\u201324 bulan sebaiknya diperlakukan sebagai <\/span><b>kisaran ilustratif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan jaminan. Pemilik bisnis perlu menghitung BEP berdasarkan kondisi coffee shop masing-masing.<\/span><\/p>\n<h1><b>Kiat Sukses Menjalankan Bisnis Coffee Shop<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa langkah yang dapat membantu menjaga bisnis tetap efisien antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mulai dari konsep yang sesuai dengan modal.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jangan membangun coffee shop terlalu besar sebelum mengetahui kemampuan pasar.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pahami target pelanggan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menu, harga, lokasi, dan fasilitas harus saling mendukung.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kontrol food cost dan beverage cost.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jangan hanya mengejar omzet tanpa mengetahui margin setiap menu.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Jaga konsistensi bahan baku.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perubahan kualitas bahan dapat memengaruhi rasa dan pengalaman pelanggan.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan SOP yang jelas.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Operasional yang terstandar membantu menjaga kualitas ketika bisnis mulai memiliki lebih banyak karyawan.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evaluasi menu secara berkala.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertahankan menu yang memiliki permintaan baik dan evaluasi menu dengan penjualan rendah.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bangun pelanggan berulang.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Loyalitas pelanggan dapat menjadi sumber penjualan yang lebih berkelanjutan.\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Manfaatkan kanal digital.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Gunakan media sosial, Google Business Profile, dan platform delivery sesuai karakteristik target pasar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><b>Rich Products Indonesia Siap Mendukung Bisnis Coffee Shop Anda<\/b><\/h1>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-350955 lazyload\" data-src=\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT.jpg\" alt=\"richs ICEHOT\" width=\"1200\" height=\"628\" data-srcset=\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT.jpg 1200w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-640x335.jpg 640w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-768x402.jpg 768w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-18x9.jpg 18w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-480x251.jpg 480w, https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/richs-ICEHOT-600x314.jpg 600w\" data-sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1200px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1200\/628;\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan coffee shop bukan hanya tentang memilih mesin kopi dan menciptakan minuman yang menarik. Konsistensi bahan baku juga berperan penting dalam menjaga kualitas menu dan pengalaman pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi coffee shop yang mengembangkan menu minuman, dessert, bakery, atau makanan pendamping, kebutuhan bahan baku dapat semakin beragam. Karena itu, pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan operasional perlu menjadi bagian dari perencanaan bisnis sejak awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rich Products Indonesia menyediakan berbagai solusi produk untuk kebutuhan food service, termasuk kategori bahan yang dapat digunakan dalam pengembangan menu minuman, bakery, dessert, dan produk makanan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temukan berbagai pilihan produk <\/span><a href=\"https:\/\/richs.co.id\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rich Products Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui <\/span><a href=\"https:\/\/richs.co.id\/en\/produk\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">halaman produk <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">dan sesuaikan dengan kebutuhan menu coffee shop Anda. Untuk mengetahui produk, aplikasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, <\/span><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628119509093&amp;text=Hello+Rich%27s&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0.\"><span style=\"font-weight: 400;\">hubungi tim Rich Products Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis coffee shop di Indonesia terus berkembang. Coffee shop tidak lagi hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi tempat bekerja, bertemu, bersosialisasi, hingga menghabiskan waktu luang. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis di bidang food and beverage (F&amp;B), coffee shop dapat menjadi salah satu pilihan usaha. Namun, peluang tersebut [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":350953,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-350952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lainnya"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/richs.co.id\/en\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/richs.co.id\/en\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Richs Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-01T04:55:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-02T03:23:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"628\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Marisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Marisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/\",\"url\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/\",\"name\":\"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-01T04:55:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-02T03:23:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/b3bf3110fe455cc673bf96ed7b59f346\"},\"description\":\"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg\",\"width\":1200,\"height\":628,\"caption\":\"barista richs whip cream\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/richs.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/richs.co.id\/\",\"name\":\"Richs Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/richs.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/b3bf3110fe455cc673bf96ed7b59f346\",\"name\":\"Marisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c744232f577d4b9378ed8f4c822a92e4dc4a6a78e22ca9bf3c21b395631b76ed?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c744232f577d4b9378ed8f4c822a92e4dc4a6a78e22ca9bf3c21b395631b76ed?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Marisa\"},\"url\":\"https:\/\/richs.co.id\/en\/author\/maryani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop","description":"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/richs.co.id\/en\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop","og_description":"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.","og_url":"https:\/\/richs.co.id\/en\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/","og_site_name":"Richs Indonesia","article_published_time":"2025-02-01T04:55:25+00:00","article_modified_time":"2026-10-02T03:23:59+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":628,"url":"http:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Marisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Marisa","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/","url":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/","name":"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop","isPartOf":{"@id":"https:\/\/richs.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg","datePublished":"2025-02-01T04:55:25+00:00","dateModified":"2026-10-02T03:23:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/b3bf3110fe455cc673bf96ed7b59f346"},"description":"Ketahui 5 hal penting sebelum memulai bisnis coffee shop, mulai dari konsep, modal, lokasi, hingga strategi operasional agar bisnis berjalan sukses.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#primaryimage","url":"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg","contentUrl":"https:\/\/richs.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/barista-richs-whip-cream.jpg","width":1200,"height":628,"caption":"barista richs whip cream"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/richs.co.id\/peluang-tantangan-bisnis-coffee-shop\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/richs.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/richs.co.id\/#website","url":"https:\/\/richs.co.id\/","name":"Richs Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/richs.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/b3bf3110fe455cc673bf96ed7b59f346","name":"Marisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/richs.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c744232f577d4b9378ed8f4c822a92e4dc4a6a78e22ca9bf3c21b395631b76ed?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c744232f577d4b9378ed8f4c822a92e4dc4a6a78e22ca9bf3c21b395631b76ed?s=96&d=mm&r=g","caption":"Marisa"},"url":"https:\/\/richs.co.id\/en\/author\/maryani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/350952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=350952"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/350952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":352366,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/350952\/revisions\/352366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/350953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=350952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=350952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/richs.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=350952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}