Memahami jenis kue membantu kita memilih resep, teknik, dan bahan yang tepat serta menyajikannya pada momen yang pas. Artikel ini membahas definisi kue dalam konteks Indonesia, klasifikasi kue basah dan kering, ragam kue tradisional Nusantara, kue modern (cake dan pastry), teknik pengolahan utama, hingga ide penyimpanan yang aman. Di bagian akhir, Anda akan menemukan rekomendasi produk untuk memperlancar proses pembuatan dan dekorasi kue.
Apa Itu Kue?
Dalam KBBI, kue adalah penganan yang dibuat dari bahan seperti tepung, gula, telur, dan sebagainya, biasanya berukuran kecil dan memiliki rasa manis atau gurih. Dalam literatur kuliner internasional, cake umumnya adalah penganan manis yang dibuat dari tepung, gula, telur, lemak, dan bahan pengembang. Sementara pastry merujuk pada adonan berbasis tepung, lemak, dan cairan yang dipakai sebagai dasar atau produk panggang seperti puff pastry, pie, dan sejenisnya.
Jenis-jenis Kue
1. Kue Basah

Ciri dan Teknik Pengolahan
Secara umum, kue basah identik dengan tekstur lembab dan sering diolah dengan cara dikukus atau dimasak di atas pan atau wajan. Teknik mengukus menggunakan uap untuk mematangkan adonan.
Contoh Populer dan Momen Penyajian
Contoh kue basah populer antara lain klepon atau onde-onde hijau dan serabi (lihat pula bagian daerah Jawa), serta laklak (Bali). Aneka kue basah sering hadir pada kudapan pagi, arisan, hingga hajatan keluarga sesuai tradisi setempat.
Penyimpanan dan Ketahanan
Untuk menjaga keamanan pangan, kue berbahan mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 2 jam dan disimpan di lemari es pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah.
2. Kue Kering

Ciri dan Teknik Pengolahan
Kue kering cenderung rendah kelembapan dan umumnya dipanggang hingga renyah. Memanggang adalah teknik mematangkan makanan dengan panas kering di dalam oven.
Contoh Populer dan Momen Penyajian
Kategori kue kering kerap mencakup aneka cookies sebagai kudapan tahan simpan. Kue kering lazim dihidangkan sebagai suguhan tamu dan hampers perayaan.
Penyimpanan dan Ketahanan
Simpan kue kering dalam wadah kedap udara pada suhu ruang yang sejuk dan kering. Jika berisi bahan isian mudah rusak, ikuti aturan penyimpanan di lemari es sesuai pedoman pangan aman.
3. Kue Tradisional
Kue tradisional merujuk pada penganan yang berakar pada resep dan kebiasaan kuliner daerah di Nusantara. Contoh dan asal-usul ringkasnya tercantum pada bagian berikut (Kue Tradisional Nusantara dan Asal Daerah).
4. Cake dan Pastry

Dalam praktik modern, “cake” dan “pastry” lazim dipisahkan berdasarkan komposisi adonan dan teknik olahnya: cake mengandalkan struktur dari telur, lemak, gula, dan pengembang, sedangkan pastry berfokus pada adonan berlemak yang dapat dilaminasi atau diisi.
Baca juga: Resep Kue Viral Thai Milk Bun
Kue Tradisional Nusantara dan Asal Daerah
Sumatra
- Bika Ambon (Medan)
- Lapek bugih atau bugis (Minang)
- Kue timphan (Aceh)
Jawa
- Lapis legit (influensi kolonial, populer di Jawa)
- Klepon atau onde-onde hijau (Jawa)
- Serabi (Solo atau Bandung)
Bali dan Nusa Tenggara
- Laklak (Bali)
- Apang (NTT)
- Jaje uli (Bali)
Kalimantan
- Apam Barabai (Kalsel)
- Bingka (Kaltim)
- Wadai-wadai Banjar
Sulawesi, Maluku, dan Papua
- Barongko (Bugis)
- Bagea (Maluku)
- Sagu lempeng (Papua atau Maluku)
Kue Modern: Cake dan Pastry
Perbedaan Cake dan Pastry
- Cake adalah penganan manis berbasis tepung, gula, telur, lemak, dan bahan pengembang; teksturnya dapat lembut dan berpori.
- Pastry adalah adonan berbasis tepung dan lemak dengan sedikit cairan yang menghasilkan produk seperti puff pastry, pie, dan kue sus; beberapa jenis dilaminasi untuk membentuk lapisan.
Contoh Cake
- Bolu
- Chiffon
- Brownies
- Sponge Cake

Untuk finishing dan isian, Anda dapat mempertimbangkan Rich’s Gold Label atau Rich’s Bettercreme sebagai filling atau dekorasi sesuai kebutuhan aplikasi masing-masing. Untuk brownies, adonan dapat memanfaatkan Rich’s Double Cream sesuai penggunaan yang disarankan pada laman produknya.
Contoh Pastry
- Puff Pastry
- Croissant
- Choux Pastry (Soes)
- Danish Pastry
Untuk isian dan dekorasi, opsi seperti Rich’s Gold Label dan Rich’s Bettercreme dapat dipilih sesuai aplikasi yang diinginkan.
Teknik Pengolahan Kue: Kukus, Panggang, dan Goreng
Kapan Memilih Teknik Kukus, Panggang, atau Goreng
- Kukus cocok saat menginginkan hasil lembab karena pemanasan dari uap.
- Panggang ideal untuk cake dan pastry yang memerlukan panas kering dan struktur yang stabil.
- Goreng digunakan ketika menginginkan hasil renyah melalui perendaman dalam minyak panas.
Pengaruh Teknik terhadap Tekstur dan Umur Simpan
Perbedaan media panas uap, udara kering dalam oven, atau minyak memberi hasil akhir tekstur yang berbeda pada kue. Apa pun tekniknya, terapkan praktik penyimpanan aman: batasi waktu di suhu ruang untuk pangan mudah rusak dan simpan dingin bila diperlukan.
Peralatan yang Umum Digunakan
Gunakan kukusan untuk teknik kukus, oven untuk memanggang, serta wajan atau penggorengan berisi minyak untuk teknik goreng.
Kreasi Kue Jadi Lebih Mudah Bersama Rich Products Indonesia
Kreasi kue menjadi lebih mudah bersama Rich Products Indonesia yang menyediakan berbagai solusi untuk bakery dan pastry, mulai dari non-dairy whipping cream, topping dan icing, hingga filling dan solusi F&B lainnya.
Dengan memahami jenis kue dan kebutuhan aplikasinya, Anda dapat memilih produk yang tepat seperti Rich’s Gold Label untuk topping atau filling, Rich’s Bettercreme untuk dekorasi, serta Rich’s Double Cream untuk komponen adonan tertentu. Produk Rich dirancang untuk membantu menjaga konsistensi hasil, efisiensi proses, dan kualitas akhir.
Mulai berkreasi dengan menjelajahi produk Rich’s Gold Label, Rich’s Bettercreme, dan Rich’s Double Cream dengan Rich Products Indonesia. Untuk inspirasi dan bantuan lebih lanjut, kunjungi laman blog atau menu hubungi kami di situs resmi.


