Ingin tahu perbedaan waffle dan croffle? Pembahasan ini mengulas definisi, bahan, tekstur, rasa, hingga cara membuat keduanya. Waffle dibuat dari adonan batter yang dipanggang dalam cetakan bergelombang, sedangkan croffle menggunakan adonan croissant berlapis yang dipanggang di alat waffle. Perbedaan bahan dasar ini menghasilkan karakter tekstur dan rasa yang sangat berbeda.
Apa Itu Waffle?
Waffle adalah kudapan panggang berbentuk grid yang dibuat dari adonan cair (batter) dan dimasak di alat waffle hingga matang kecokelatan. Ciri yang umum dicari adalah bagian luar renyah dengan bagian dalam yang lembut dan fluffy.
Waffle Belgian vs. Waffle American

Secara umum, waffle Belgian dikenal lebih tebal dan airy dengan kantong-kantong yang lebih dalam, sehingga cocok menampung sirup atau topping. Waffle American cenderung lebih tipis dan rapat, menghasilkan gigitan yang sedikit lebih padat dibandingkan versi Belgian.
Apa Itu Croffle?
Croffle adalah gabungan croissant dan waffle adonan croissant berlapis mentega (laminated dough) yang dipanggang di alat waffle. Hasilnya memadukan bentuk waffle dengan karakter flaky, buttery, dan renyah dari adonan croissant. Popularitasnya meledak dari Korea Selatan sekitar 2020 sebelum merambah ke Indonesia dan menjadi menu favorit di banyak kafe dan bakery modern.
Perbedaan Waffle dan Croffle
Cara Pembuatan dan Bahan Dasar
- Waffle menggunakan adonan batter berbasis tepung, telur, cairan (misalnya susu), dan agen pengembang, lalu dituang ke dalam waffle maker hingga matang.
- Croffle menggunakan adonan croissant atau puff pastry berlapis mentega (laminated) yang kemudian ditekan dan dipanggang di waffle maker hingga renyah.
Tekstur
- Waffle cenderung memiliki remah lembut dan airy di bagian dalam, dengan permukaan luar yang renyah saat dimasak dengan tepat.
- Croffle memiliki lapisan-lapisan tipis yang flaky dan garing karena lamination, sering kali terasa lebih buttery di lidah.
Rasa
- Waffle rasanya relatif netral ke arah manis ringan, sehingga fleksibel untuk dipadukan dengan aneka topping manis maupun gurih.
- Croffle rasa lebih kaya dan buttery karena memakai adonan croissant bermentega, sering disajikan dengan taburan gula atau glazé untuk mempertegas karamelisasi.
Cara Penyajian
Waffle lazim dinikmati dengan sirup, gula tabur, buah, atau es krim, dan dapat pula dikreasikan menjadi menu savory. Croffle sering dijumpai dengan gula, saus, atau glazé yang menonjolkan tekstur renyah-karamel di permukaannya.
Topping
Baik waffle maupun croffle sangat fleksibel soal topping mulai dari cokelat, krim, hingga buah. Untuk pilihan cokelat yang praktis saat plating, pertimbangkan Rich’s Whip Topping Chocolate agar proses dekorasi dan penyajian menjadi lebih ringkas. Lihat detail produk di halaman resminya.
Baca juga: 14 Topping Minuman yang Enak dan Mudah Dikreasikan
Cara Membuat Croffle dengan Topping Whip Cokelat Kekinian
Berikut panduan sederhana membuat croffle di rumah menggunakan pastry instan agar proses lebih cepat.
Bahan Croffle
- 1 pak danish pastry siap pakai atau puff pastry instan
- Gula pasir atau gula palem, secukupnya
- Butter
Bahan Whip Topping Cokelat

- 150 ml Rich’s Whip Topping Chocolate
- 100 gram cokelat ganache
Langkah:
- Panaskan waffle maker hingga suhu sedang-tinggi, oles tipis dengan sedikit butter.
- Potong pastry sesuai ukuran waffle maker. Taburi tipis gula di kedua sisi untuk efek karamel saat dipanggang.
- Panggang 4–6 menit (atau sampai golden-brown), balik bila perlu agar matang merata.
- Dinginkan sejenak di rak agar tetap renyah.
- Kocok Rich’s Whip Topping Chocolate hingga mencapai konsistensi yang diinginkan, lalu pipa di atas croffle dan tambahkan ganache sesuai selera.
- Sajikan segera.
Tip: Gula palem memberi aroma karamel lebih kuat; gunakan kertas baking di alat waffle jika khawatir lengket.
Cara Membuat Waffle Cokelat
Resep ini cocok untuk waffle yang bertekstur lembut di dalam dan renyah di luar ketika dipanggang dengan benar.
Bahan Kering
- 120 gr tepung terigu protein rendah
- 17 gr tepung maizena
- 3 gr ragi
- ½ sdt garam
- ½ sdt baking powder
- 250 ml susu
- 60 gr mentega
- ½ butir telur
- ½ sdt ekstrak vanila
- 1 ½ sdm susu bubuk
- 50 gr cokelat yang sudah diiris
Langkah:
- Campur tepung terigu, maizena, ragi, garam, baking powder, dan susu bubuk. Aduk rata.
- Lelehkan mentega; sisihkan hingga hangat kuku.
- Dalam wadah lain, kocok ringan susu, telur, dan vanila. Tuang ke campuran kering, aduk sampai hampir rata.
- Masukkan mentega leleh dan cokelat iris; aduk lipat singkat hingga tercampur. Istirahatkan adonan beberapa menit.
- Panaskan waffle maker, oles tipis. Tuang adonan, panggang sampai matang keemasan.
- Sajikan hangat dengan topping favorit.
Baca juga: 10 Jenis Topping Kue Populer untuk Percantik Hidangan
Saatnya Berkreasi dengan Topping Kekinian Menggunakan Rich’s
Perbedaan waffle dan croffle terletak pada bahan dasar, teknik pemanggangan, tekstur, dan gaya penyajian. Waffle mengandalkan batter untuk remah airy, sedangkan croffle memanfaatkan lamination agar flaky dan renyah. Keduanya sama-sama lezat dan fleksibel untuk kreasi topping, mulai dari cokelat, krim, sampai buah segar.
Siap mempercantik plating dan mempercepat proses dekorasi? Pertimbangkan produk Rich’s Whip Topping Chocolate. Untuk informasi lengkap, silakan kunjungi halaman produk dan temukan inspirasi lain di situs resmi Rich Products Indonesia.
Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, Anda dapat mengakses laman kontak dan blog melalui situs tersebut.


