Jenis es krim yang kita kenal saat ini memiliki karakter dan bahan dasar yang sangat beragam, bergantung pada asal negaranya.
Mulai dari yang padat hingga yang lembut, setiap varian memerlukan teknik pengolahan yang spesifik untuk mencapai tekstur yang ideal.
Memahami perbedaan ini akan membantu Anda mengkreasikan sajian dingin yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi.
Apa Itu Es Krim dan Mengapa Jenisnya Beragam?
Bagi yang berkecimpung di dapur profesional, es krim bukan sekadar cairan yang dibekukan. Es krim adalah emulsi kompleks yang mempertemukan lemak, gula, dan udara dalam sebuah harmoni dingin.
Keragaman jenisnya muncul karena adanya perbedaan preferensi budaya serta ketersediaan bahan baku di masing-masing wilayah.
Perbedaan Dasar Komposisi dan Teknik Pembuatan
Secara umum, es krim adalah makanan penutup beku berbahan dasar campuran cair (seperti susu/krim atau air), pemanis, dan perisa, yang kemudian diaduk (churned) sambil dibekukan untuk membentuk tekstur lembut.
Variasi bahan misalnya penggunaan susu, krim, kuning telur, atau buah serta teknik seperti churning dan pembekuan memengaruhi tingkat kerapatan, kelembutan, dan intensitas rasa, sehingga memunculkan jenis es krim yang berbeda.
Baca juga: Cara Membuat Es Doger Khas Bandung yang Menyegarkan
Faktor Lemak, Udara, dan Suhu dalam Tekstur Es Krim
Kandungan lemak memberikan rasa rich dan mulut yang creamy, sementara udara yang terperangkap saat churning (overrun) membuat es krim terasa lebih ringan atau padat tergantung kadarnya.
Suhu penyajian juga memengaruhi tekstur dan persepsi rasa; es krim yang disajikan sedikit lebih hangat bisa terasa lebih lembut dan aromanya lebih menonjol dibanding saat terlalu dingin.
Jenis Es Krim Berbasis Susu (Cream Based Ice Cream)
Jenis ini mengandalkan kandungan lemak dari susu atau produk substitusinya untuk menghasilkan tekstur yang padat dan lembut di mulut. Penggunaan bahan dasar yang tepat sangat menentukan dimensi rasa serta stabilitas struktur es krim saat disajikan kepada pelanggan Anda.
1. Ice Cream (American Style)
Ini adalah jenis yang paling umum kita temui. Memiliki kandungan lemak susu setidaknya 10% dan diproses dengan teknik churning cepat untuk memasukkan banyak udara, menghasilkan tekstur yang ringan dan mudah disendok.
2. Gelato

Berasal dari Italia, gelato memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibanding gaya Amerika namun dengan kepadatan yang lebih tinggi. Karena diaduk secara perlahan, udara yang masuk sangat sedikit, memberikan rasa yang lebih intens dan tekstur yang halus.
3. Soft Serve
Ini jenis yang paling familiar dengan teksturnya yang sangat lembut dan “lumer” di mulut. Soft serve mengandung udara yang cukup tinggi dan disajikan langsung dari mesin pada suhu yang lebih hangat dibandingkan es krim konvensional untuk menjaga kelembutannya.
4. Frozen Custard
Sangat mirip dengan es krim, namun wajib mengandung setidaknya 1,4% kuning telur. Hasilnya? Tekstur yang sangat creamy, padat, dan memberikan kesan mewah yang tak terlupakan pada setiap suapannya.
5. Dondurma

Es krim khas Turki yang unik karena sifatnya yang elastis dan tahan lama (tidak cepat meleleh). Rahasianya terletak pada penggunaan tepung akar anggrek dan masticyang memberikan daya tahan luar biasa.
Jenis Es Krim Berbasis Buah dan Air (Non Dairy)
Bagi pelanggan Anda yang mencari kesegaran tanpa kandungan susu yang berat, kategori ini adalah solusi cerdas untuk meningkatkan omzet bisnis.
1. Sorbet
Terbuat murni dari purée buah dan gula tanpa tambahan susu atau lemak sama sekali. Sorbet menawarkan rasa buah yang sangat menyegarkan.
2. Sherbet
Sering dianggap sama dengan sorbet, namun sherbet sebenarnya mengandung sedikit susu atau krim (sekitar 1-2% lemak). Ini memberikan tekstur yang sedikit lebih lembut dibandingkan sorbet namun tetap terasa ringan.
3. Italian Ice

Mirip dengan sorbet tetapi diproses dengan teknik yang berbeda, sering kali menggunakan konsentrat rasa buah atau sirup. Teksturnya biasanya lebih halus daripada granita namun tetap berbasis air.
4. Granita

Memiliki tekstur yang lebih kasar dan kristalin karena tidak diaduk secara terus-menerus. Kristal esnya memberikan sensasi renyah yang unik saat dinikmati.
Jenis-Jenis Es Krim Tradisional dari Berbagai Negara
Mengenal jenis-jenis es krim tradisional adalah cara terbaik untuk memperkaya referensi menu dan memberikan variasi eksotis bagi pelanggan.
1. Kulfi (India)

Sering disebut sebagai “es krim tradisional India,” kulfi tidak dikocok melainkan dimasak perlahan hingga susu terkaramelisasi, kemudian dibekukan dalam cetakan logam. Hasilnya adalah tekstur yang sangat padat dan kaya rasa rempah.
2. Mochi Ice Cream (Jepang)
Inovasi dari Jepang yang membungkus bola-bola es krim kecil dengan lapisan tepung ketan (mochi) yang kenyal. Perpaduan antara tekstur dingin yang lembut dan kenyalnya mochi menciptakan harmoni yang sangat populer saat ini.
3. Spumoni (Italia)
Es krim berlapis khas Italia yang biasanya terdiri dari tiga rasa: cokelat, pistachio, dan ceri, sering kali dengan tambahan kacang atau buah kering di dalamnya.
4. Rolled Ice Cream (Thailand)
Sajian visual yang menarik di mana adonan es krim cair dituangkan ke atas piring logam bersuhu sangat dingin, lalu diratakan dan digulung setelah membeku.
5. Falooda Ice Cream (Asia Selatan)
Lebih dari sekadar es krim, ini adalah hidangan penutup yang menggabungkan es krim dengan bihun tipis (vermicelli), biji selasih, dan sirup mawar yang aromatik.
Perbedaan Tekstur dan Rasa pada Setiap Jenis Es Krim
Tekstur Padat vs. Lembut
Tekstur padat biasanya dihasilkan dari proses churning yang lambat (seperti gelato), sementara tekstur lembut membutuhkan aerasi yang presisi dan suhu penyajian yang tepat.
Kandungan Lemak dan Intensitas Rasa
Lemak yang tinggi memang memberikan rasa mewah, namun terlalu banyak lemak terkadang dapat menutupi sensitivitas lidah terhadap rasa buah yang halus. Keseimbangan adalah kunci.
Teknik Churning dan Overrun
Overrun atau jumlah udara yang masuk selama proses pengadukan (churning) sangat memengaruhi volume dan kelembutan.
Es krim dengan overrun rendah akan terasa lebih padat dan premium, sementara overrun yang lebih tinggi menciptakan tekstur yang ringan dan lembut di mulut.
Baca juga: Yuk, Simak Ide Usaha Es Krim Homemade untuk Jualan di Rumah!
Cara Memilih Jenis Es Krim Sesuai Selera dan Kebutuhan
Untuk Tekstur Creamy
Pilihlah Frozen Custard atau American Style Ice Cream yang menggunakan basis krim berkualitas tinggi untuk hasil yang memuaskan.
Untuk Pilihan Rendah Lemak
Gelato atau Sherbet bisa menjadi opsi menarik bagi pelanggan yang peduli akan kalori namun tetap menginginkan sedikit sentuhan susu.
Untuk Sensasi Unik dan Eksotis
Cobalah mengkreasikan Mochi Ice Cream atau Dondurma untuk memberikan pengalaman rasa yang baru dan memukau bagi penikmatnya.
Kreasikan Soft Ice Cream Favorit Anda dengan Bahan Berkualitas

Keberagaman jenis jenis es krim di seluruh dunia menunjukkan betapa uniknya karakter setiap sajian, mulai dari komposisi bahan, teknik pembuatan, hingga tekstur yang dihasilkan.
Mulai dari kelembutan gelato hingga kesegaran sorbet, setiap kreasi memerlukan ketelitian dalam pemilihan bahan.
Menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, stabil, dan memiliki tampilan visual yang memukau adalah dambaan setiap pengusaha kuliner.
Untuk mewujudkan standar kualitas premium tersebut, penggunaan bahan yang tepat adalah investasi terbaik. Rich’s Soft Topping hadir sebagai solusi cerdas untuk menciptakan soft serve dengan kelembutan dan volume yang optimal pada kreasi Anda.
Untuk konsultasi produk atau penjualan, hubungi tim Rich Products Indonesia melalui website resmi Rich Products Indonesia. Dapatkan berbagai inspirasi resep, tips baking, dan insight bisnis kuliner lainnya di laman blog Rich Products Indonesia.


