Back To Newsroom

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop

February 1, 2025

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis coffee shop di Indonesia terus berkembang. Coffee shop tidak lagi hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi tempat bekerja, bertemu, bersosialisasi, hingga menghabiskan waktu luang.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis di bidang food and beverage (F&B), coffee shop dapat menjadi salah satu pilihan usaha. Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari konsep, target pasar, modal, lokasi, menu, bahan baku, hingga operasional.

Secara umum, modal bisnis coffee shop dapat dimulai dari puluhan juta rupiah untuk konsep sederhana seperti kedai rumahan atau booth, sementara coffee shop dengan tempat komersial dan fasilitas lebih lengkap dapat membutuhkan modal ratusan juta rupiah. Besarnya modal sangat bergantung pada lokasi, luas tempat, konsep, peralatan, jumlah karyawan, dan skala operasional.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum membuka coffee shop? Berikut lima hal penting yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Bisnis Coffee Shop

Coffee shop adalah bisnis yang menjual kopi dan berbagai minuman berbasis kopi, biasanya dilengkapi dengan minuman non-kopi, makanan ringan, atau makanan pendamping.

Namun, coffee shop modern tidak hanya menjual produk. Pengalaman pelanggan juga menjadi bagian penting dari bisnis, mulai dari kualitas minuman, suasana tempat, pelayanan, kemudahan akses, hingga pilihan menu.

Karena itu, menjalankan bisnis coffee shop membutuhkan perpaduan antara produk yang konsisten, konsep yang jelas, operasional yang efisien, dan pengalaman pelanggan yang sesuai dengan target pasar.

Mengapa Bisnis Coffee Shop Menarik untuk Dicoba?

latte art richs ice hot creamer

Ada beberapa alasan yang membuat bisnis coffee shop tetap menarik bagi pelaku usaha F&B.

1. Kopi Memiliki Beragam Segmen Konsumen

Produk kopi dapat dikembangkan untuk berbagai segmen, mulai dari kopi susu, espresso-based drinks, manual brew, hingga minuman berbasis kopi dengan berbagai rasa.

Coffee shop juga dapat menyediakan pilihan non-kopi seperti teh, cokelat, atau minuman berbasis susu sehingga tidak hanya bergantung pada satu kategori produk.

2. Coffee Shop Memiliki Banyak Pilihan Konsep

Coffee shop tidak harus selalu berbentuk kafe besar. Anda dapat memulai dari beberapa model bisnis, seperti:

  • Coffee shop dengan area dine-in.
  • Coffee counter atau kios.
  • Konsep grab-and-go.
  • Coffee shop rumahan.
  • Slow bar atau specialty coffee.
  • Coffee shop dengan kombinasi makanan dan minuman.

Pemilihan konsep akan memengaruhi kebutuhan modal, lokasi, peralatan, jumlah karyawan, dan strategi pemasaran.

3. Menu Dapat Dikembangkan Sesuai Target Pasar

Salah satu keunggulan bisnis coffee shop adalah fleksibilitas dalam mengembangkan menu.

Selain kopi, pemilik usaha dapat menambahkan kategori seperti teh, cokelat, minuman berbasis susu, dessert, pastry, cake, atau makanan ringan.

Diversifikasi menu dapat membantu coffee shop menjangkau konsumen dengan preferensi yang berbeda.

5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memulai Bisnis Coffee Shop

1. Tentukan Konsep Bisnis dan Target Pasar

Konsep merupakan salah satu keputusan awal yang akan memengaruhi hampir seluruh bagian bisnis coffee shop.

Sebelum menentukan desain tempat atau membeli peralatan, tentukan terlebih dahulu siapa target konsumennya.

Misalnya:

  • Mahasiswa membutuhkan harga yang terjangkau dan tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas.
  • Pekerja kantoran mungkin lebih membutuhkan lokasi yang mudah diakses dan layanan yang cepat.
  • Konsumen specialty coffee dapat lebih memperhatikan kualitas biji kopi dan metode penyeduhan.
  • Konsumen keluarga dapat lebih tertarik pada pilihan makanan dan minuman yang beragam.

Setelah target pasar ditentukan, konsep coffee shop dapat disesuaikan dengan harga, menu, desain interior, pelayanan, fasilitas, dan lokasi.

2. Pilih Lokasi yang Sesuai dengan Target Konsumen

Lokasi tidak selalu harus berada di area yang paling ramai. Yang lebih penting adalah apakah karakteristik lokasi tersebut sesuai dengan target pasar dan model bisnis yang dipilih.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih lokasi antara lain:

  • Jumlah dan karakteristik orang yang melewati area tersebut.
  • Kedekatan dengan kampus, perkantoran, perumahan, atau pusat aktivitas.
  • Akses kendaraan dan transportasi.
  • Ketersediaan area parkir.
  • Visibilitas lokasi dari jalan.
  • Kompetitor di sekitar lokasi.
  • Harga sewa dibandingkan dengan potensi penjualan.
  • Kesesuaian lokasi dengan konsep dine-in atau grab-and-go.

Riset lokasi juga sebaiknya dilakukan pada beberapa waktu berbeda, misalnya pagi, siang, sore, dan malam. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai pola aktivitas calon pelanggan.

3. Hitung Modal, Biaya Operasional, dan Dana Cadangan

Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka coffee shop?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua bisnis coffee shop. Modal dapat berkisar dari puluhan juta rupiah untuk konsep sederhana hingga ratusan juta rupiah untuk coffee shop dengan lokasi dan fasilitas komersial.

Sebagai gambaran, coffee shop sederhana dapat mengurangi kebutuhan modal dengan menggunakan tempat sendiri, konsep grab-and-go, atau peralatan yang disesuaikan dengan kapasitas penjualan.

Sementara itu, coffee shop yang menyewa tempat komersial perlu memperhitungkan biaya sewa, renovasi, peralatan, bahan baku, karyawan, dan modal kerja.

Untuk coffee shop skala kecil hingga menengah di area komersial Jabodetabek, contoh komponen modal awal dapat meliputi:

Komponen

Estimasi

Sewa tempat

Rp50–150 juta/tahun

Renovasi dan interior

Rp50–150 juta

Peralatan dan perlengkapan

Rp50–100 juta

Stok bahan baku awal

Rp10–30 juta

Gaji dan operasional awal

Rp20–50 juta

Total indikatif

±Rp180–480 juta

Angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan biaya baku. Kebutuhan aktual dapat lebih rendah atau lebih tinggi tergantung lokasi, ukuran tempat, konsep, kualitas peralatan, dan jumlah karyawan.

Selain investasi awal, jangan lupa menyiapkan modal kerja dan dana cadangan. Dana ini dapat digunakan untuk membayar biaya operasional ketika penjualan belum mencapai target, membeli kembali bahan baku, atau menangani kebutuhan tidak terduga.

Apakah bisnis coffee shop bisa dimulai dengan modal lebih kecil?

Bisa. Salah satu cara menekan kebutuhan modal adalah memulai dari skala yang lebih kecil.

Contohnya, Anda dapat menggunakan rumah atau tempat sendiri, membuka coffee counter, menggunakan konsep grab-and-go, atau membatasi jumlah menu pada tahap awal.

Dengan model tersebut, biaya seperti sewa, renovasi, furnitur, dan jumlah tenaga kerja dapat ditekan.

4. Susun Menu dan Pilih Bahan Baku yang Konsisten

Menu merupakan salah satu bagian penting dalam bisnis coffee shop karena secara langsung berkaitan dengan produk yang dibeli pelanggan.

Jangan hanya mempertimbangkan apakah sebuah menu terlihat menarik. Pertimbangkan juga:

  • Harga bahan baku.
  • Harga jual.
  • Waktu pembuatan.
  • Konsistensi rasa.
  • Ketersediaan bahan.
  • Penyimpanan bahan.
  • Potensi food waste.
  • Kesesuaian dengan target konsumen.

Apa saja bahan baku yang dibutuhkan coffee shop?

Kebutuhan bahan baku tentu berbeda berdasarkan konsep dan menu. Secara umum, coffee shop dapat membutuhkan:

Bahan minuman:

  • Biji kopi.
  • Susu.
  • Gula dan pemanis.
  • Sirup atau flavoring.
  • Teh.
  • Cokelat.
  • Krimer.
  • Bahan topping.

Bahan makanan dan dessert:

  • Dairy products.
  • Whipping cream atau topping.
  • Cheese atau cheese filling.
  • Bahan bakery.
  • Filling dan spread.
  • Bahan dekorasi makanan.

Pemilihan supplier sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Perhatikan juga konsistensi kualitas, ketersediaan produk, kemudahan pemesanan, masa simpan, serta dukungan supplier terhadap kebutuhan bisnis.

Untuk coffee shop yang memiliki menu dessert, pastry, atau minuman berbasis dairy, penggunaan bahan baku yang konsisten dapat membantu menjaga standar rasa dan tekstur dari satu penyajian ke penyajian berikutnya.

5. Siapkan SOP, Operasional, dan Strategi Pemasaran

Setelah konsep, lokasi, modal, dan menu ditentukan, tahap berikutnya adalah memastikan operasional berjalan secara konsisten.

SOP dapat mencakup:

  • Proses pembukaan dan penutupan toko.
  • Persiapan bahan baku.
  • Standar pembuatan minuman.
  • Penyimpanan bahan.
  • Kebersihan area kerja.
  • Pelayanan pelanggan.
  • Pengelolaan stok.
  • Pencatatan penjualan.
  • Penanganan komplain.

SOP penting karena kualitas coffee shop tidak boleh hanya bergantung pada satu barista atau pemilik usaha.

Bagaimana cara memasarkan bisnis coffee shop?

Strategi pemasaran dapat disesuaikan dengan target konsumen dan lokasi. Beberapa kanal yang dapat digunakan antara lain:

  • Instagram dan TikTok.
  • Google Business Profile.
  • Platform pesan-antar makanan.
  • Program loyalitas pelanggan.
  • Promo pembukaan.
  • Kolaborasi dengan komunitas lokal.
  • Konten yang menampilkan menu dan suasana coffee shop.

Selain mendapatkan pelanggan baru, fokus pada repeat order juga penting. Produk yang konsisten, pelayanan yang baik, dan pengalaman pelanggan yang nyaman dapat membantu mendorong pelanggan untuk kembali.

Tantangan Menjalankan Bisnis Coffee Shop di Indonesia

Meskipun memiliki peluang pasar, bisnis coffee shop juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan sejak awal.

Persaingan yang Ketat

Banyaknya pilihan coffee shop membuat bisnis baru perlu memiliki positioning yang jelas. Diferensiasi dapat berasal dari produk, harga, konsep, lokasi, pelayanan, maupun pengalaman pelanggan.

Biaya Operasional

Sewa tempat, gaji, listrik, air, internet, bahan baku, pemasaran, dan biaya pemeliharaan dapat menjadi beban rutin yang perlu diperhitungkan.

Konsistensi Produk

Kualitas minuman dan makanan harus tetap konsisten meskipun dibuat oleh karyawan atau pada waktu operasional yang berbeda.

Fluktuasi Harga Bahan Baku

Perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi food cost dan margin. Karena itu, pemilik coffee shop perlu melakukan evaluasi harga dan penggunaan bahan secara berkala.

Pengelolaan Stok

Bahan yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko waste, sedangkan stok yang terlalu sedikit dapat mengganggu operasional dan menyebabkan menu tidak tersedia.

Bagaimana Mengukur Apakah Bisnis Coffee Shop Mulai Sehat?

Jangan hanya melihat jumlah pengunjung. Beberapa indikator yang dapat dipantau antara lain:

  • Jumlah transaksi per hari.
  • Average order value.
  • Food cost dan beverage cost.
  • Biaya operasional bulanan.
  • Margin per menu.
  • Persentase repeat customer.
  • Menu yang paling banyak dan paling sedikit terjual.
  • Jumlah bahan baku yang terbuang.
  • Arus kas.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break-even point (BEP).

Berapa lama bisnis coffee shop bisa balik modal?

Periode balik modal atau payback period tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis usahanya. Waktu yang dibutuhkan bergantung pada modal awal, omzet, margin, biaya tetap, dan jumlah penjualan.

Karena itu, estimasi seperti 8–24 bulan sebaiknya diperlakukan sebagai kisaran ilustratif, bukan jaminan. Pemilik bisnis perlu menghitung BEP berdasarkan kondisi coffee shop masing-masing.

Kiat Sukses Menjalankan Bisnis Coffee Shop

Beberapa langkah yang dapat membantu menjaga bisnis tetap efisien antara lain:

  1. Mulai dari konsep yang sesuai dengan modal. Jangan membangun coffee shop terlalu besar sebelum mengetahui kemampuan pasar.

  2. Pahami target pelanggan. Menu, harga, lokasi, dan fasilitas harus saling mendukung.

  3. Kontrol food cost dan beverage cost. Jangan hanya mengejar omzet tanpa mengetahui margin setiap menu.

  4. Jaga konsistensi bahan baku. Perubahan kualitas bahan dapat memengaruhi rasa dan pengalaman pelanggan.

  5. Gunakan SOP yang jelas. Operasional yang terstandar membantu menjaga kualitas ketika bisnis mulai memiliki lebih banyak karyawan.

  6. Evaluasi menu secara berkala. Pertahankan menu yang memiliki permintaan baik dan evaluasi menu dengan penjualan rendah.

  7. Bangun pelanggan berulang. Loyalitas pelanggan dapat menjadi sumber penjualan yang lebih berkelanjutan.

  8. Manfaatkan kanal digital. Gunakan media sosial, Google Business Profile, dan platform delivery sesuai karakteristik target pasar.

Rich Products Indonesia Siap Mendukung Bisnis Coffee Shop Anda

richs ICEHOT

Menjalankan coffee shop bukan hanya tentang memilih mesin kopi dan menciptakan minuman yang menarik. Konsistensi bahan baku juga berperan penting dalam menjaga kualitas menu dan pengalaman pelanggan.

Bagi coffee shop yang mengembangkan menu minuman, dessert, bakery, atau makanan pendamping, kebutuhan bahan baku dapat semakin beragam. Karena itu, pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan operasional perlu menjadi bagian dari perencanaan bisnis sejak awal.

Rich Products Indonesia menyediakan berbagai solusi produk untuk kebutuhan food service, termasuk kategori bahan yang dapat digunakan dalam pengembangan menu minuman, bakery, dessert, dan produk makanan lainnya.

Temukan berbagai pilihan produk Rich Products Indonesia melalui halaman produk dan sesuaikan dengan kebutuhan menu coffee shop Anda. Untuk mengetahui produk, aplikasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, hubungi tim Rich Products Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Download Article
en_USEnglish